Pilihan sesungguhnya bukan pilihan yang kita cipta sendiri, Ingat Allah sudah mencatatkan segalanya sebelum Ruh bertemu Jasad.
Cara manusia memandang hidup adalah pilihan masing-masing. Contoh ketika saya memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Sebuah keberhasilan atau kegagalan dalam cinta itu adalah Takdir, tapi mau terluka selamanya atau mengobati dengan cinta lagi adalah pilihan. Bahkan ketika saya menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih gagah, lebih kaya daripada dia dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Kembali berbicara mengenai bertahan pada pilihan, tidak semua orang sanggup setia dan bertahan pada pilihannya. Orang yang berani memilih pastilah orang yang ber-Komitmen, karena ia selalu lahir dari sebuah pilihan bukan karena keadaaan.
Saya rasa seorang insan yang pandai berkomitmen ialah orang yang memiliki tingkat intelegesia ruhaniah yang tinggi. Manusia berkarakter yang mampu memanusiakan dirinya dengan pilihannya sendiri, dan mampu memeliharanya sedemikian rupa.
Jiwa seorang Pemenang.
Pilihlah apa yang berbisik di nurani. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, jika tak percaya … kembali ke kalimat pembuka 🙂



